•  
  •  
  •  
  • JEMBATAN BARITO
  • HEWAN BEKANTAN PULAU BAKUT
  • JEMBATAN RUMPIANG

KAB.BARITO KUALA

PULAU KAGET

Pulau Kaget adalah sebuah pulau delta yang terletak di Kabupaten Barito Kuala dengan luas 85 ha terletak di rnuara sungai Barito, ± 15 km dari kota Banjarmasin. Pulau ini merupakan cagar alam yang penghuninya adalah sejenis kera berhidung panjang dan berperut buncit yang disebut Bekantan.Satwa yang dijadikan ciri khas Kalimantan Selatan ini hidup liar dan sangat pemalu, mudah dilihat pada waktu pagi atau sore. Perjalanan ke pulau Kaget dengan menggunakan klotok atau perahu bermotor, dari pusat kota Banjarmasin menuju pulau tersebut kira-kira ditempuh selama 2 jam dari pasar Terapung.

PULAU KEMBANG

Suatu taman wisata seluas 60 hektare yang telah banyak dikunjungi para wisatawan terutama dari kota Banjarmasin. Hutan ini terletak di pulau Kembang di muara sungai Barito, Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala.Pulau ini dihuni oleh sejenis kera (monyet). Dengan menggunakan perahu bermotor / klotok pulau ini dapat dicapai kira-kira 10 menit dari pasar Terapung di Muara Kuin atau berjarak ± 1,5 km dari kota Banjarmasin. Biasanya, bagi orang yang keturunan Cina suka bernazar ke pulau ini.

MAKAM DATU H. ABDUSSAMAD

Riwayat Datu H. Abdus Samad adalah putra tuan Mufti Jamaluddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari yang lahir di Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, oleh karena itu tokoh ini juga disebut sebagai Datu Bakumpai. Beliau lahir di Bakumpai pada tanggal 24 Dzu al-Qaidah 1237 H (12 Agustus 1822 M), beliau wafat dalam usia 80 tahun pada 13 Safar 1317 H (22 juni 1899 M). Beliau adalah pembimbing Masyarakat Bakumpai pada zamannya.Beliau pernah mendalami agama Islam hingga ke Mekkah dengan membawa anak beliau kedua yang bernama Abdurrazzak hingga 8 tahun, ilmu yang beliau tuntut adalah Ilmu Syariat dan Hakikat.Beliau juga menuntut ilmu dengan Guru Allamah Syekh Khatib Sambas. Untuk ilmu Hakikat, beliau belajar dengan Allamah Syekh Sulaiman Al-Zuhdi Al-Naqsyabandi dan juga belajar dengan Allamah Syekh Sulaiman bin Muhammad Sumbawa. Belaiu juga diangkat sebagai Qadhi (hakim atau urusan Yudikatif) Kerajaan Banjar wilayah Bakumpai. Jadi belaiu telah mengukir tinta sejarah Islam Bakumpai, jadi umat Islam yang berkunjung ke Marabahan pada umumnya sangatlah patut mengungkapkan rasa syukurnya dengan berziarah ke Makam Datu Bakumpai (H. Abdus Samad], karena beliau juga termasuk pasak buminya Barito Kuala.

JEMBATAN BARITO & JEMBATAN RUMPIANG

Jembatan Barito dengan panjang 1 kilometer dengan desain seperti jembatan Golden Gate di San Fransisco, USA. Kawasan wisata ini telah dikembangkan dengan panorama alam dan keindahan dimana di bawahnya terdapat pulau Bakut dengan flora dan faunanya. Sambil menikmati indahnya pemandangan alam sungai Barito, wisatawan bisa melakukan kegiatan memancing diatas perahu di bawah jembatan tersebut. Lokasi jembatan sekitar 45 menit waktu tempuh atau kira-kira 25 km dari kota Banjarmasin. Sedangkan Jembatan Rumpiang yang memiliki panjang 753 meter, dengan bentang utama sepanjang 200 meter dan jembatan ini posisinya membentang di atas Sungai Barito Kota Marabahan yang telah diresmikan oleh Presiden SBY pada tanggal 25 April 2008. Jembatan ini memperlancar arus lalu lintas dari Kota Marabahan menuju Banjarmasin atau sebaliknya, yang sebelumnya harus menggunakan kapal Ferry untuk menyeberangi Sungai Barito.

AGROPOLITAN (SENTRA JERUK)

Adapun kawasan agribisnis yang merupakan sentra jerukyang ada di Kabupaten Barito Kuala, banyak ditemui di:

Kecamatan Mandastana

Kecamatan Rantau Badauh

Kecamatan Belawang

Kecamatan Barambai

 

 

Find the last offers by SkyBet at www.bettingy.com BettingY.com Bonuses

© 2017 DINAS PARIWISATA  Provinsi Kalimantan Selatan