Gambaran Umum

Provinsi Kalimantan Selatan secara geografis terletak di antara 114 19" 33" BT - 116 33’ 28 BT dan 1 21’ 49” LS 1 10” 14” LS, dengan luas wilayah 37.377,53km2 atau hanya 6,98 persen dari luas pulau Kalimantan. Dengan luas wilayah 37.530,52 km2 atau 3.753.052 ha. Sampai dengan tahun 2004 membawahi kabupaten/kota sebanyak 11 kabupaten/kota pada tahun 2005 menjadi 13 kabupaten/kota sebagai akibat dari adanya pemekaran wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan Kabupaten balangan dan Kabupaten Kotabaru dengan Kabupaten Tanah Bumbu.

Luas wilayah provinsi tersebut sudah termasuk wilayah laut provinsi dibandingkan provinsi Kalimantan Selatan. Luas wilayah masing-masing Kabupaten / kota adalah Kabupaten Tanah Laut dengan luas 3,729.30, Kabupaten Tanah Bumbu dengan luas 5,066.96, Kotabaru dengan luas 9,422.73, Banjar dengan luas 4,672.68, Tapin dengan luas 2,174.95, Hulu Sungai Selatan dengan luas 1,804.94, Hulu Sungai Tengah dengan luas 1,472.00, Hulu Sungai Utara dengan luas 892.70, Balangan dengan luas 3,599.95, Tabalong dengan luas 1,878.30, Barito Kuala dengan luas 2,376.22, Banjarmasin dengan luas 367.12, dan Banjarbaru dengan luas 72,67 km2.

jumlah penduduk Kalimantan Selatan tahun 2014, 3.922.790 juta jiwa, dengan beragam suku yang ada ; Banjar, Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Iain-lain. Mata pencaharian masyarakatnya adalah, berdagang, bertani dan Pegawai Pemerintah. Sedangkan agama yang dianut, mayoritas adalah agama Islam, Masyarakat Kalimantan Selatan saat ini sudah meningkat jauh kesadarannya akan pendidikan, walaupun masih ada yang tingkat pendidikannya di daerah pelosok rnasih rendah.

Tipikal arsitektur rumah-rumah disepanjang sungai di Kalimantan Selatan adalah, masih memiliki ciri khas kedaerahan, yaitu tipe rumah-rumah banjar dengan anjung kanan-anjung kirinya yang unik yang masih kental dengan ukiran. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki potensi kepariwisataan yang cukup besar dan beragam, baik berupa daya tarik wisata alam (utamanya bahari/sungai) maupun budaya (peninggalan sejarah maupun adat tradisi kehidupan masyarakat). Gambaran potensi obyek dan daya tarik wisata Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, antara lain :

Wisata Alam : Sungai Martapura dengan pemandangan Rumah Lanting dipinggir sungai; Sungai Andai, Sungai Barito dengan anak sungai kuin, sungai Marabahan di Kabupaten Barito Kuala, Sungai Margasari di Kabupaten Tapin serta Sungai Nagara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan . Selain potensi sungai, Kalimantan Selatan cukup banyak mempunyai daya Tarik alam yang lain seperti: pantai, bahari, hutan alam, gunung, antara lain : Pantai Takisung, Swarangan dan Pantai Batakan (Kabupaten Tanah Laut), kawasan Pantai Pagatan, Pantai Rindu Alam, pantai + terumbu karang Angsana (Kabupaten Tanah Bumbu) dan kawasan Pantai Gedambaan, pantai dan Terumbu Karang di Teluk Tamiang dan Samber Gelap di Kabupaten Kotabaru.

Wisata Budaya (peninggalan sejarah dan tradisi kehidupan masyarakat), antara lain : berupa Rumah Banjar (rumah tradisional masyarakat suku Banjar), Mesjid Raya Sabilal Muhtadin, Mesjid Sultan Suriansyah, Pulau Kembang, Pulau Kaget, Mesjid Agung A1 Karomah Martapura serta kerajinan ukiran untukornamen rumah Banjar. Tradisi masyarakat berupa Pasar Terapung Muara Kuin dan Lok Baintan, perkampungan tepian sungai dengan arsitektur tradisional / pemukiman yang berada di sepanjang aliran sungai (waterfront village), pasar batu permata dan cinderamata Cahaya Bumi Selamat Martapura, upacara adat Aruh Ganal, upacara adat Mappanretasi, Festival Maulid dan Upacara Baayun Anak, Pemilihan Nanang dan Galuh Banjar.

Potensi daya tarik wisata tersebut tersebar di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan meliputi Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru, Banjar, Tapin, Tabalong, Balangan, Barito Kuala, Banjarbaru dan Banjarmasin serta Kabupaten Tapin. Budaya sungai di Kalimantan Selatan dewasa ini terus berkembang, memberikan corak budaya tersendiri dan menarik. 

 

Find the last offers by SkyBet at www.bettingy.com BettingY.com Bonuses

© 2017 DINAS PARIWISATA  Provinsi Kalimantan Selatan